Kekurangan Zat Besi Berdampak pada Kemampuan Belajar

KEKURANGAN ZAT BESI

Halo Bund, apakah Si Kecil  sulit berkonsentrasi ketika belajar? Mohon untuk dicermati ya, bisa jadi hal ini disebabkan karena anak Anda mengalami kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi adalah kondisi saat kadar ketersediaan zat besi pada tubuh lebih sedikit dibandingkan kebutuhan harian.

Konsentrasi dan kemampuan belajar anak yang menurun merupakan salah satu gejala akibat kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi mengakibatkan Si Kecil malas untuk mengerjakan tugas ataupun PR.

Secara fisik, anak yang menderita defisiensi zat besi terlihat pada bagian bawah mata yang nampak begitu pucat, pandangan menjadi berkunang-kunang, sering pusing, telapak tangan serta kuku tampak pucat, dan mengalami gejala 5L, antara lain: lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai.

Kebutuhan harian zat besi pada anak seharusnya menjadi perhatian lebih bagi para orangtua. Sebuah laporan penelitian mengemukakan bahwa zat besi adalah salah satu vitamin dan mineral yang begitu krusial untuk mendukung kemampuan belajar pada anak.

Faktanya masih cukup banyak orangtua yang belum bisa  memenuhi kebutuhan gizi pada anak, terutama kebutuhan  zat besinya. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak balita Indonesia mengidap penyakit anemia. Data lain membuktikan bahwa lebih dari 40 persen balita pada negara berkembang mengidap anemia dan 50% hingga 60% masalah anemia diakibatkan karena kekurangan zat besi.

Kurangnya zat besi pada anak memiliki berbagai dampak jangka panjang maupun jangka pendek. Contohnya gangguan pada perkembangan kognitif, motorik, sensorik, serta perilaku bahkan emosi. Terlebih jika Si Kecil telah menginjak usia sekolah, kekurangan zat besi mengakibatkan fokus saat pembelajaran menurun, ketidak-sanggupan belajar, serta perkembangan menjadi terhambat.

Prof. Fikawati mengatakan bahwa kekurangan zat besi pada tubuh seseorang bisa mengganggu kinerja intelektual dan performa kognitif, serta terlambatnya psikomotorik saat anak berada pada usia pra-sekolah. Anak pada usia 6-16 tahun yang mengidap defisiensi zat besi mempunyai nilai matematika dan kemampuan membaca yang lebih rendah dibandingkan anak normal pada umumnya.

Terlambatnya perkembangan kognitif dan psikomotor yang diakibatkan karena kekurangan zat besi ketika anak telah menginjak usia sekolah mengakibatkan anak tersebut mengalami hambatan kinerja saat tes bahasa, keterampilan motorik, serta koordinasi yang setara dengan defisit 5 sampai 10 poin dalam IQ.

– Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Zat Besi pada Anak

Prof. Dr. Ir. Hj. Netti Herawati, M.Si juga mengatakan bahwa anak yang mengalami kekurangan gizi tidak lagi memiliki minat  belajar. Karena itu, orang tua harus cermat dalam memastikan anak mereka memperoleh nutrisi sebelum memulai kegiatan pembelajaran, sehingga Si Kecil merasa nyaman untuk belajar. Ketika orang tua memperhatikan asupan yang bergizi , itu artinya orang tua telah mendukung proses belajar anak supaya dapat menyerap ilmu dengan optimal dan maksimal.

Untuk mencukukupi kebutuhan gizi pada anak terutama zat besi, pastikan Si Kecil memiliki pola makan yang seimbang serta proses penyerapan zat besi yang baik. Prof. Fikawati mengungkapkan bahwa anak pada usia 1-3 tahun memerlukan 7mg zat besi setiap hari. Jika pola makan anak tidak seimbang, penyerapan zat besi pada saluran pencernaan akan mengalami gangguan yang mengakibatkan cadangan zat besi pada tubuh menjadi berkurang.

Ketika anak telah menginjak  usia 1 tahun ke atas dan telah bisa mengonsumsi makanan rumahan, orang tua wajib memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi telah mengandung zat besi. Zat besi dapat dijumpai dalam daging sapi bahkan ayam, hati, telur, kacang-kacangan, ikan, maupun sayuran.

Bukan itu saja Bund, Anda sebagai orang tua juga perlu memastikan sumber vitamin C untuk mendukung penyerapan zat besi pada tubuh anak. Kombinasi zat besi bersamaan dengan vitamin C dapat ditemukan dalam makanan bahkan minuman terfortifikasi zat besi dan vitamin C misalnya susu pertumbuhan anak di atas usia 1 tahun.

Maka dari itu sebagai orang tua diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan zat besi Si Kecil dari sekarang agar tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan optimal! Jika diperlukan, tambahkan suplemen penambah darah agar kebutuhan zat besi harian terpenuhi dengan maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *